BERITA - megapolitan.infogue.com -
| 14:27 WIB
Metro
Jero Wacik: Tegur Kedubes yang Putar Film
Jero menegaskan film yang tayang umum di Indonesia harus lolos sensor.
Jum'at, 1 Oktober 2010, 13:31 WIB
Ita Lismawati F. Malau, Nur Farida Ahniar
( / Jafkhairi)
BERITA TERKAIT
Q! Film Festival Tetap Dilanjutkan?
Kominfo Bantah Sponsori Q! Film Festival
Hanung Dukung Festival Film Q! Asal...
Sigi Wimala: Kaum Minoritas Juga Punya Hak
Q! Film, Bentuk Dedikasi untuk LGBTIQ
VIVAnews - Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik menegaskan film yang akan diputar dalam pagelaran Q! Festival Film harus lolos Lembaga Sensor Film (LSF) terlebih dahulu sebelum diputar untuk umum. Jero Wacik juga meminta Departemen Luar Negeri agar menegur kedutaan besar yang memutar film tanpa sensor.
"Saya sudah meminta Deplu agar menegur kedutaan. Tapi kayaknya sudah berhenti semua (pemutaran)," kata dia usai menghadiri Upacara Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti Jakarta, Jumat 1 Oktober 2010.
Menurutnya, sebagian pemutaran film akan dibatalkan setelah ada pengecekan kegiatan tersebut karena film yang diputar belum lolos sensor. "Film yang diputar untuk publik harus lolos LSF. Harus itu," tegas Jero.
Saat pemutaran film Indonesia di Berlin, Indonesia pun diminta untuk menyerahkan film ke lembaga kontrol di sana. "Kalau kita ke luar negeri, ikuti aturan-aturan di negara itu. Kalau dia (luar negeri) ke sini ikuti aturan di negara Republik Indonesia," tandasnya.
Jero Wacik mengatakan semua film yang diputar untuk publik harus melalui lembaga sensor terlebih dahulu. Menurutnya festival tersebut diperuntukkan untuk umum karena bisa dihadiri oleh masyarakat.
Pada Selasa, 27 September 2010 lalu, massa FPI menggelar unjuk rasa menentang Festival Film Q! yang lain akan memutar film-film lesbian, gay, biseksual, dan trans gender. Mereka berdemonstrasi di Pusat Kebudayaan Jerman, Prancis, Belanda, dan Jepang, di mana festival itu akan dilangsungkan.
FPI mengultimatum panitia penyelenggara untuk menghentikan pemutaran film-film itu. Sebaliknya, sejumlah insan perfilman justru memberikan dukungan mereka terhadap festival film ini. Dukungan lain datang dari Lukman Sardi, Nia Dinata, dan sutradara Hanung Bramantyo.(ywn)
Sumber: vivanewscomLihat Sumbernya
Masih Mengenai film EAT PRAY LOVE, Jero Wacik Berharap akan adanya pertambahan jumlah wisatawan pasca diputarnya film EAT PRAY LOVE. Ia bahkan menyiapkan paket-paket wisata baru bagi wisatawan asing setelah film ini keluar.
Film EAT LOVE PRAY mendapat perhatian besar dari seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Film yang dibintangi Julia Robert dan bersetting di Bali ini merupakan salah satu sarana promosi yang besar bagi pulau Dewata Bali dan terutama Indonesia. Premier film
, Jakarta - Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik memuji film Eat, Pray, Love, setelah menyaksikan film tersebut di Jepang, beberapa waktu lalu.
"Ada film baru Eat, Pray, Love, yang salah satunya diperankan Julia Robert. Kebetulan say
Budpar.go.id – Calon Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik menyatakan, program Visit Indonesia Year (VIY) 2010 akan dilanjutkan, begitu pula dengan target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) terus ditingkatkan menjadi 7 juta wi